Masalah utama saat itu adalah kotoran ayam yang selalu basah, sudah berbagai cara dicoba tapi hasilnya masih belum seperti yang diharapkan. Dampak lain dari kondisi ini adalah bau kotoran lumayan menggangu dan dampak lainnya yang lebih serius adalah lalat yang semakin hari semakin banyak.
Lalat dikendalikan dengan cara semprot kimia ataupun dengan zat kimia tabur, hasil yang diperoleh cukup lumayan terlebih lagi setelah pemberian anti larva lalat lewat pakan hasilnya cukup nyata berkurang populasi lalatnya.
Team Anti Amonia menawarkan cara solusi yang lain, mengurangi bau dan mengendalikan lalat dengan cara ramah lingkungan, bapak Teguh mau mencoba beberapa kandang.
Awalnya tidak nampak perubahan pada kotoran walaupun bau amonia sudah cukup berkurang, beberapa hari kemudian (2mgg) setelah penyemprotan ke 2 kotoran sudah kering, bau amonia minim sekali bahkan lalat cukup berkurang.
Untuk mengurangi jumlah lalat yang sudah ada (hidup) lebih cepat, Anti Amonia menyarankan variasi pemberian dengan zat kimia tabur(membunuh lalat hidup), beberapa hari kemudian kandang menjadi lebih nyaman untuk ditinggali. Kotoran mengering bahkan mulai membentuk piramida, bau amonia bukan gangguan lagi ,sangat minim.
Lalat yang sebelumnya sampai keluar kandang kini hanya tinggal di seputaran kotoran dibawah kandang batrei saja.
