2. Pastikan jenis
obat apa yang akan anda pakai, konsultasikan dengan orang yang tahu tentang
obat (drh atau ppl terlatih).
3. Cari tahu
harga dan dosis obat yang akan anda pakai, jangan hanya menurut saja (banyak
pilihan obat yang sama fungsinya yang bisa anda pilih), sesuaikan dengan
kemampuan kantong anda, bila anda tergabung kemitraan anda berhak tahu harga
dan jenis obat yang akan dipakai, karena setelah panen yang bayar obat tetap anda.
4. Jangan gunakan
obat yang tidak larut dalam air (lewat air minum), karena akan mengurangi
efektifitas pengobatan, bahkan bisa berakibat tidak sembuh. Lihat 9 HAL TENTANGOBAT YANG PERLU (anda) DIPERHATIKAN
5. Hitung berapa rupiah jatuhnya biaya perekor ayam, atau
perliter air minum, sering obat nampak murah harganya (kemasan besar harga
murah, atau kemasan kecil-kecil nampak murah) awas jangan terjebak kemasan!.
PASTIKAN PER EKOR AYAM BUTUH BIAYA BERAPA RUPIAH PER HARINYA
Misal harga obat Rp 100.000/100grm, dosis penggunaan 5grm
untuk 1ltr air, artinya dalam 1ltr air anda mengeluarkan biaya (5grm:100grm X
Rp 100.000)= Rp 5000/ltr air minum. Untuk menemukan biaya per ekor, silahkan
bagi 1 liter air minum untuk berapa ekor ayam (tergantung umur ayam).
6. Pastikan
berapa kali sehari anda akan memberikan obatnya, dan berapa hari anda akan
memberikan obat tersebut. Setiap obat punya lama waktu paruh (adalah waktu yang
dibutuhkan untuk setengah dari jumlah awal obat/ zat lain dihilangkan dari
tubuh) sehingga hal ini perlu dipertimbangkan untuk efektifitas pengobatan.
Bisa anda konsultasikan dengan orang yang lebih tahu tentang obat.
7. Evaluasi hasil
pengobatan apakah ada kemajuan, bila semakin memburuk hentikan pengobatan dan
konsultasikan ke drh atau ppl anda. Jangan pernah anda ganti obat sendiri
berdasarkan (coba-coba) pengalaman anda, bisa berakibat semakin memburuk
keadaannya dan biaya pengobatan semakin membengkak.
8. Dengan
penggunaan obat lebih rasional berarti anda membantu kesehatan
masyarakat, anda turut mengurangi kemungkinan residu dalam produk hasil unggas.
9. Anda bisa
menggunakan point 5 diatas untuk menghitung ekonomis atau tidaknya penggunaan
probiotik, herbal, desinfektan ataupun yang lainnya.
