a.Anda mudah mengoperasikannya.
b.Menghasilkan panas dengan suhu yang stabil.
c.Bahan baku mudah didapat dan selalu tersedia.
d.Biaya ekonomis/relatif murah.
2. Litter, litter
harus mampu menyerap air dari kotoran/feses, tidak berdebu, bisa menjaga
kehangatan brooder dan tidak keras yang bisa menyebabkan lepuh pada kaki dan
dada. Bila anda merasa perlu bisa anda disinfeksi.
Ketebalan 5-8cm, alternatif bahan litter sekam padi, kulit
kacang, tongkol jagung atau limbah penggergajian kayu.
3. Sekat/chick
guard, sekat sebaiknya dari bahan seng sifatnya penghantar panas yang cukup
baik sehingga panas bisa terfokus ke tengah brooding. Pasang sekat/chick guard
bentuk melingkar/elips hindari bentuk bersudut(segi empat), akan menyebabkan
ayam menumpuk di sudut brooding terutama bila terjadi suhu terlalu panas dan
bila ada binatang pengganggu masuk. Sesuaikan lebar sekat dengan jumlah doc
yang akan anda pelihara (lihat tabel).
4. Tempat pakan
dan minum, berikan jenis tempat pakan dan minum sesuai dengan umur ayam, umur
kurang dari 2mgg tempat pakan berbentuk nampan (chicken plate) demikian juga
tempat minumnya sesuai umur. Jumlahnya sesuaikan dengan doc yang akan
dipelihara.
5. Sirkulasi
udara, lakukan buka tutup tirai sesuai kebutuhan (tidak harus sama dengan
aturan bila situasi mendesak), buka tutup tirai anda sesuaikan dengan kondisi
lingkungan,suhu dan kecepatan angin waktu itu. Yang diutamakan selalu ada udara
segar mengalir dalam kandang.
6. Suhu dan
kelembaban, pasang termometer sederhana dalam kandang untuk kontrol suhu,
letakkan termometer dengan ketinggian 30cm di atas litter. kontrol sesering
mungkin jangan sampai kepanasan atau kedinginan, anda bisa melihat aktivitas
pergerakan ayam apakah ayam menyebar, mendekati pemanas atau menjauh dari
pemanas. bisa juga anda pegang temboloknya keras atau lunak.
Periksa kelembaban kandang, bila terlalu tinggi akan memicu
pertumbuhan jamur dan menimbulkan amonia lebih tinggi karena penguraian asam
urat di feses. (lihat tabel suhu vs kelembaban)
7. Pencahayaan,
pastikan pencahayaan selama 24 jam di hari pertama sampai ke tiga di kandang,
umur 4-7 hari selama 22jam, sedangkan umur 8-14 selama 20jam.
Pencahayaan merangsang ayam untuk makan, juga merangsang
hormon tiroksin meningkatkan metabolisme yang berakibat memacu pertumbuhan anak
ayam.
8. Kepadatan,
lakukan pelebaran sekat/chick guard setiap 3-5 hari sekali (sesuaikan kecepatan
pertumbuhan ayam) sampai umur 10-14 hari. Terlambat dalam pelebaran bisa
menyebabkan kadar O2 berkurang meningkatkan amonia, serta menjadi penyebab
kanibal pada ayam. Setiap kali melebarkan sekat semprot sekam dengan Anti Amonia untuk mengurangi amonia dan
mencegah timbulnya amonia di hari berikutnya.
9. Nutrisi pakan,
pastikan jenis pakan di masa broding berbentuk butiran halus (fine crumble)
supaya mudah dicerna, di masa ini asam amino essensial dibutuhkan lebih tinggi
untuk pembentukan antara lain otot dan tulang.
