Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

WALAU KENA BANJIR AMONIA TETAP TERKENDALI

Malang tak dapat ditolak Mujur tak dapat diraih, itulah yang sedang dialami bapak waris peternak puyuh di daerah bantul yogyakarta.

Malam itu sekitar pukul 9, hujan masih cukup deras sejak sore hari, air sudah naik sekitar 20 cm, halaman rumah dan kandang (starter) sudah tergenang air, tak pelak puyuh sebanyak 3000 ekor yang sudah berumur 35 hari ikut tenggelam. Setelah air surut (2jam kemudian), puyuh dalam kandang hanya tersisa 900 ekor yang dapat diselamatkan.

Persoalan lain yang juga tak kalah penting pasca banjir adalah kotoran puyuh mulai menimbulkan bau amonia. "Kotoran saya tampung dalam bak ukuran 3x3 m dengan kedalaman 1 mtr an" kata pak Waris, hal ini dimaksudkan untuk melokalisir dampak yang akan ditimbulkan oleh bau amonia.

"Untung saya masih sedia Anti Amonia, dan langsung saya gunakan" kata pak Waris lagi.

Setelah Anti Amonia di aplikasikan pada kotoran yang telah ditampung, bau amonia banyak berkurang dan beberapa hari kemudian kotoran yang semula seperti jenang ber angsur-angsur mulai mengering, sehingga dampak lingkungan karena amonia yang disebabkan kotoran basah bisa diatasi.


Ada cerita menarik lain dari pengalaman pak Waris tentang kotoran puyuh selama dia menjadi peternak.

Sebelum kenal Anti Amonia dan Herbalmax, setiap minggu kotoran yang sudah ditampungan harus segera diambil oleh bakul kotoran dan di gratiskan, dengan tujuan agar segera diambil dan tidak menimbulkan masalah lingkungan(bau). tetapi pada kenyataannya walaupun sudah digratiskan tetap saja bakul tidak selalu bisa tepat waktu mengambil, ada saja alasan untuk tidak mengambil di waktu yang sudah disepakati.

"Selama ini kondisi kotoran memang cenderung basah dan bau" keterangan pak Waris. "sudah beberapa cara diterapkan untuk mengurangi bau dan basah kotoran tapi masih belum bisa maksimal" katanya lagi.

Semenjak menggunakan Herbalmax pada minuman puyuh, bau amonia dapat berkurang signifikan dan kotoran yang dulunya sering basah menjadi cepat kering. Dan kini dia punya 3 bakul kotoran yang selalu minta jatah untuk diberi secara berkala. "Kotoran puyuhnya berbeda dari yang lain selain relatif kering, minim bau dan banyak dicari petani" katanya sambil tertawa.

#Testimonial bapak Waris Sapu angin Bantul Yogyakarta.

PERHATIAN !!!                                                                                      
Setiap kandang bisa berbeda hasilnya, dikarenakan beberapa variabel yang mempengaruhinya, kwalitas doq dan pakan yang berbeda, situasi lingkungan yang berbeda dan menejemen anda yang berbeda.