Mungkin selama ini anda tidak menyangka bahwa amonia adalah
salah satu penyebab kegagalan dalam
budidaya ayam broiler anda, inilah pengalaman bapak Hendro yang mungkin bisa menginspirasi
anda.
Lokasi kandang didaerah cukup dingin di Kaliangkrik Magelang,
kandang postal dekat perumahan membuat pak Hendro lebih teliti dan ekstra
hati-hati di musim hujan seperti saat ini dalam mengendalikan amonia dalam
kandang.
Dengan keadaan lantai yang
lembab ditambah apabila hujan cenderung tampu(tampias), amonia biasa
muncul mulai akhir minggu pertama dan mencapai puncaknya mulai minggu ke tiga
sampai panen.
Akibat yang terjadi selama ini adalah cekrek mulai muncul
diumur 7 hari, semakin bertambah umur semakin parah cekreknya. Tindakan yang
dilakukan memberi antibiotik pada umur 14 hari selama 4 hari berturut-turut dan
cekrek mulai mereda bahkan bisa hilang, akan tetapi cekrek bisa muncul kembali
di umur 28 hari dan semakin sulit di obati, demikian sering berulang setiap
periodenya.
Karena lokasi kandang ditempat dingin, ayam masih ada napsu
makan, tapi pertumbuhan berat badannya tidak sesuai (lambat) sehingga fcr
selalu bengkak. Demkian juga kematian
antara 4%-10%, seringnya diatas 5%.
Setelah aplikasi Anti
Amonia, sampai saat ini yang terjadi adalah,”Amonia berkurang sampai 80%an,
apalagi bila setelah semprot Anti Amonia
terus ditutup sekam (tipis), ammonia akan turun sampai 90%an” Keterangan pak
Hendro pada Anti Amonia.
Pertambahan berat badan sekarang sesuai standar walau napsu
makan biasa saja(normal), Kematian tidak lebih dari 5% (2,5% – 4%). Kotoran
setelah umur 10 hari sangat terasa keringnya.
“Sekam berkurang lumayan jumlahnya”, “Dan sekarang baru ketahuan kalau
kegagalan saya selama ini juga disebabkan amonia yang tidak terkontrol,
terbukti beberapa periode terakhir saya aplikasi Anti Amonia kandang saya hampIr bebas amonia dan pendapatan saya
meningkat signifikan” katanya sekaligus menutup pembicaraan.
ANTI AMONIA TERBUKTI
EFEKTIF MENGURANGI AMONIA DAN MENGUNTUNGKAN.
#Testimonial bapak
Hendro, Beseran Kaliangkrik Magelang Jateng.
PERHATIAN !!!
Setiap kandang bisa berbeda hasilnya, dikarenakan beberapa variabel yang mempengaruhinya, kwalitas doq dan pakan yang berbeda, situasi lingkungan yang berbeda dan menejemen anda yang berbeda.
