Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Berhasil Karena Tidak Menyerah

Berangkat dari keinginan tidak mau jadi karyawan, bpk Eko
berlatar belakang pendidikan perhotelan justru tertarik
untuk belajar budidaya ayam potong.
Diawali dari sering berkumpul dengan teman yang peternak
ayam broiler dan sering membantu dalam kandang,  keinginan untuk mempunyai
kandang sendiri semakin hari semakin menggebu, dan akhirnya sejak 9 tahun
lalu pak Eko memutuskan menjadi seorang peternak ayam broiler.
dan sejak saat itu pula dengan mantab pak Eko mulai belajar beternak,

" saya selalu bertanya kepada teman-teman yang saya anggap mengerti tentang ayam dan juga kepada ppl yang saya temui saya manfaatkan untuk  menggali ilmunya" kata pak Eko.

Dimulai dengan kandang postal mencoba peruntungan sebagai peternak "Ternyata tidak semudah yang aku perkirakan" katanya lagi, tidak selalu mulus berhasil, pasang surut terus berganti, pernah menjelang lebaran dimana kebutuhan keuangan keluarga naik,saat itu pula panen yg menjadi satu-satunya harapan malah gagal total.

Periode berikutnya untuk bisa doc in lagi dengan terpaksa harus
hutang sekam, dengan keadaan keuangan yang minus, pak Eko tetap tidak patah semangat
demi keinginannya bisa menjadi peternak ayam potong.
"Saya tidak boleh menyerah , harus fokus dan terus belajar sampai berhasil" ungkapnya
dengan bersemangat,

Dengan berbekal semangat belajar yang tinggi dan mau mendengarkan serta berani mencoba
hal baru, akhirnya mulai terlihat hasilnya, Dalam 24 periode terahir hanya satu kali mengalami kegagalan dikarenakan wabah Gumboro,"Itu karena keteledoran saya dalam mengelola masa brooding" kata pak Eko mengenang kegagalannya.




Resep apa yang pak Eko gunakan sehingga bisa seperti sekarang?
Menurutnya, beternak ayam bukanlah seperti menghitung matematika dimana 2+2 sama dengan 4,
ayam adalah barang hidup yang harus diperhatikan kebutuhannya yang harus dipenuhi
dengan baik, antara lain kita harus mengenali kandang kita, potensinya, kendalanya dan
yang penting solusinya kalau ada masalah, jangan hanya mementingkan populasi tapi mengabaikan
kenyamanan ayam yang berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan optimal ayam.

Rencana bapak kedepan apa?
Saya ingin mempunyai kandang close house, dan sekarang sedang dalam negosiasi dengan pihak inti
doakan semua lancar ya, demikian pak Eko menutup wawancaranya.


#Testimonial Ayam Potong, bapak Eko Gambretan Umbulharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta


Kasus lain yang mungkin anda alami,klik disini


KETAHUAN RUGI SELAMA INI, BISA KARENA AMONIA

bau kandang ayam, cara menghilangkan bau kotoran ayam,penghilang  bau, mengatasi bau,kandang bau tak sedap, sekam tidak bau
Mungkin selama ini anda tidak menyangka bahwa amonia adalah salah satu penyebab kegagalan dalam budidaya ayam broiler anda, inilah pengalaman bapak Hendro yang mungkin bisa menginspirasi anda.

Lokasi kandang didaerah cukup dingin di Kaliangkrik Magelang, kandang postal dekat perumahan membuat pak Hendro lebih teliti dan ekstra hati-hati di musim hujan seperti saat ini dalam mengendalikan amonia dalam kandang.

Dengan keadaan lantai yang  lembab ditambah apabila hujan cenderung tampu(tampias), amonia biasa muncul mulai akhir minggu pertama dan mencapai puncaknya mulai minggu ke tiga sampai panen.

Akibat yang terjadi selama ini adalah cekrek mulai muncul diumur 7 hari, semakin bertambah umur semakin parah cekreknya. Tindakan yang dilakukan memberi antibiotik pada umur 14 hari selama 4 hari berturut-turut dan cekrek mulai mereda bahkan bisa hilang, akan tetapi cekrek bisa muncul kembali di umur 28 hari dan semakin sulit di obati, demikian sering berulang setiap periodenya.




Karena lokasi kandang ditempat dingin, ayam masih ada napsu makan, tapi pertumbuhan berat badannya tidak sesuai (lambat) sehingga fcr selalu bengkak. Demkian juga  kematian antara 4%-10%, seringnya diatas 5%.

Setelah aplikasi Anti Amonia, sampai saat ini yang terjadi adalah,”Amonia berkurang sampai 80%an, apalagi bila setelah semprot Anti Amonia terus ditutup sekam (tipis), ammonia akan turun sampai 90%an” Keterangan pak Hendro pada Anti Amonia.

Pertambahan berat badan sekarang sesuai standar walau napsu makan biasa saja(normal), Kematian tidak lebih dari 5% (2,5% – 4%). Kotoran setelah umur 10 hari sangat terasa keringnya.  “Sekam berkurang lumayan jumlahnya”, “Dan sekarang baru ketahuan kalau kegagalan saya selama ini juga disebabkan amonia yang tidak terkontrol, terbukti beberapa periode terakhir saya aplikasi Anti Amonia kandang saya hampIr bebas amonia dan pendapatan saya meningkat signifikan” katanya sekaligus menutup pembicaraan.


ANTI AMONIA TERBUKTI EFEKTIF MENGURANGI AMONIA DAN MENGUNTUNGKAN.


#Testimonial bapak Hendro, Beseran Kaliangkrik Magelang Jateng.



PERHATIAN !!!                                                                                      
Setiap kandang bisa berbeda hasilnya, dikarenakan beberapa variabel yang mempengaruhinya, kwalitas doq dan pakan yang berbeda, situasi lingkungan yang berbeda dan menejemen anda yang berbeda. 



WALAU KENA BANJIR AMONIA TETAP TERKENDALI

Malang tak dapat ditolak Mujur tak dapat diraih, itulah yang sedang dialami bapak waris peternak puyuh di daerah bantul yogyakarta.

Malam itu sekitar pukul 9, hujan masih cukup deras sejak sore hari, air sudah naik sekitar 20 cm, halaman rumah dan kandang (starter) sudah tergenang air, tak pelak puyuh sebanyak 3000 ekor yang sudah berumur 35 hari ikut tenggelam. Setelah air surut (2jam kemudian), puyuh dalam kandang hanya tersisa 900 ekor yang dapat diselamatkan.

Persoalan lain yang juga tak kalah penting pasca banjir adalah kotoran puyuh mulai menimbulkan bau amonia. "Kotoran saya tampung dalam bak ukuran 3x3 m dengan kedalaman 1 mtr an" kata pak Waris, hal ini dimaksudkan untuk melokalisir dampak yang akan ditimbulkan oleh bau amonia.

"Untung saya masih sedia Anti Amonia, dan langsung saya gunakan" kata pak Waris lagi.

Setelah Anti Amonia di aplikasikan pada kotoran yang telah ditampung, bau amonia banyak berkurang dan beberapa hari kemudian kotoran yang semula seperti jenang ber angsur-angsur mulai mengering, sehingga dampak lingkungan karena amonia yang disebabkan kotoran basah bisa diatasi.


Ada cerita menarik lain dari pengalaman pak Waris tentang kotoran puyuh selama dia menjadi peternak.

Sebelum kenal Anti Amonia dan Herbalmax, setiap minggu kotoran yang sudah ditampungan harus segera diambil oleh bakul kotoran dan di gratiskan, dengan tujuan agar segera diambil dan tidak menimbulkan masalah lingkungan(bau). tetapi pada kenyataannya walaupun sudah digratiskan tetap saja bakul tidak selalu bisa tepat waktu mengambil, ada saja alasan untuk tidak mengambil di waktu yang sudah disepakati.

"Selama ini kondisi kotoran memang cenderung basah dan bau" keterangan pak Waris. "sudah beberapa cara diterapkan untuk mengurangi bau dan basah kotoran tapi masih belum bisa maksimal" katanya lagi.

Semenjak menggunakan Herbalmax pada minuman puyuh, bau amonia dapat berkurang signifikan dan kotoran yang dulunya sering basah menjadi cepat kering. Dan kini dia punya 3 bakul kotoran yang selalu minta jatah untuk diberi secara berkala. "Kotoran puyuhnya berbeda dari yang lain selain relatif kering, minim bau dan banyak dicari petani" katanya sambil tertawa.

#Testimonial bapak Waris Sapu angin Bantul Yogyakarta.

PERHATIAN !!!                                                                                      
Setiap kandang bisa berbeda hasilnya, dikarenakan beberapa variabel yang mempengaruhinya, kwalitas doq dan pakan yang berbeda, situasi lingkungan yang berbeda dan menejemen anda yang berbeda.



AMONIA BERKURANG SESUAI KEINGINAN

sekam tanpa ammonia,kotoran broiler, Cara hemat sekam broiler,sekam kering,kandang bau tak sedap, sekam tidak bau
Kandang panggung kapasitas 5000 ekor, selama ini mulai umur 14 hari amonia sudah terasa menyengat bahkan dimusim ekstrim seperti saat ini amonia sudah bisa membuat mata terasa sedikit perih.

Kandang yang terletak didaerah Wonosobo jawa tengah, termasuk daerah dengan potensi kelembaban tinggi disaat musim hujan seperti saat ini, problem amonia menjadi masalah yang harus ditangani secara serius.

Dengan kondisi kandang di beberapa tempat belum sempat diperbaiki (bocor) menjadikan amonia dalam kandang menjadi tinggi karena sekam dibeberapa tempat basah karena air hujan.

Kami, team amonia datang ke kandang pada umur ayam 16 hari, kondisi yang kami dapatkan adalah amonia minim sekali (bahkan hampir tidak terasa baunya) di dalam kandang, kotoran relatif kering dan ayam sehat. "Saya sudah pakai Anti Amonia semenjak awal (doc datang), sampai hari ini amonia tidak bau lagi" kata pak Yoyok dengan  tersenyum.


Hanya dengan bermodalkan spryer pompa ukuran 1ltr, pak Yoyok menyemprot kotoran/sekam sesuai program anjuran Anti Amonia dengan benar, dan  membuahkan hasil yang signifikan yakni mengurangi konsentrasi amonia yang selalu tinggi dikandang selama ini.

Keputusan untuk mengaplikasikan Anti amonia, diambil oleh pak Yoyok setelah mengikuti diskusi tentang bahaya amonia di kandang di daerah Magelag Jawa tengah sebelumnya, dan kini sudah membuktikannya.

Anti Amonia memberikan bukti efektifitasnya dalam mengurangi amonia.

Testimonial bapak Yoyok, Nguwet, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah.

PERHATIAN!!!                                                                                                                                        Setiap kandang bisa berbeda hasilnya, dikarenakan beberapa variabel yang mempengaruhinya, kwalitas doc dan pakan yang berbeda, situasi lingkungan yang berbeda dan menejemen anda yang berbeda.